Kalau Anda perhatikan bungkus garam di supermarket, biasanya ada tulisan kecil seperti “BPOM RI MD” diikuti deretan angka. Banyak orang melewatkannya begitu saja. Padahal tanda itu menunjukkan bahwa garam tersebut sudah resmi terdaftar di pemerintah.

BPOM garam bukan urusan yang rumit kalau dijelaskan pelan-pelan. Artikel ini akan membahas apa itu sertifikasi BPOM untuk garam, kenapa pabrik garam wajib punya, dan bagaimana cara mendapatkannya.

Apa Itu BPOM dan Kenapa Garam Perlu Sertifikasi

Kemasan plastik garam konsumsi beryodium dengan label BPOM RI MD dan deretan nomor izin edar tercetak jelas di bagian belakang kemasan, diletakkan di atas meja kayu dengan pencahayaan natural

BPOM adalah singkatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Ini adalah lembaga pemerintah yang tugasnya mengawasi produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Semua makanan yang dijual dalam kemasan harus lewat BPOM dulu sebelum boleh masuk toko.

Garam masuk dalam kategori makanan. Jadi garam yang dijual dalam kemasan pabrik juga harus didaftarkan ke BPOM. Tanpa sertifikasi ini, garam tidak boleh dijual di supermarket, minimarket, atau toko besar lainnya.

Sertifikasi garam dari BPOM berbeda dengan standar SNI garam konsumsi. SNI mengatur soal kualitas teknis seperti kadar yodium dan NaCl. BPOM mengatur soal izin edar, artinya boleh tidaknya produk itu beredar di pasaran. Pabrik garam harus punya keduanya.

Jenis Izin Edar untuk Garam

Tidak semua garam kemasan punya jenis izin yang sama. Ada dua jenis utama yang perlu Anda tahu.

MD untuk Pabrik Besar

MD adalah singkatan dari Makanan Dalam negeri. Izin ini diberikan kepada pabrik berskala menengah sampai besar. Nomornya berbentuk “BPOM RI MD” diikuti dua belas angka. Pabrik yang pakai nomor MD boleh menjual produknya ke seluruh Indonesia.

Untuk mendapat nomor MD, pabrik harus punya tempat produksi yang layak, mesin yang sesuai standar, dan sistem kebersihan yang baik. Ini bukan proses yang bisa selesai dalam beberapa hari. Butuh persiapan matang.

P-IRT untuk Industri Rumahan

P-IRT adalah singkatan dari Pangan Industri Rumah Tangga. Izin ini untuk usaha kecil yang produksinya masih di rumah atau skala mikro. P-IRT dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten atau kota, bukan langsung dari BPOM pusat.

Tapi perlu diingat, garam beryodium tidak bisa pakai izin P-IRT. Karena garam konsumsi beryodium harus diproduksi di pabrik dengan alat yodisasi yang tepat. Jadi pabrik garam yang serius biasanya langsung mengurus izin MD.

Persyaratan Dokumen untuk Sertifikasi BPOM Garam

Sebelum mengajukan sertifikasi, ada banyak dokumen yang harus disiapkan. Ini bagian yang paling memakan waktu.

Dokumen utama yang harus ada antara lain:

Hasil uji lab itu penting sekali. Lab akan mengukur kadar NaCl, yodium, air, dan cemaran logam berat. Semua angka harus masuk batas yang ditetapkan pemerintah. Kalau ada yang di luar batas, dokumen akan ditolak dan harus uji ulang.

Proses Pengajuan Sertifikasi BPOM

Setelah semua dokumen siap, baru pabrik bisa mengajukan ke BPOM. Sekarang prosesnya dilakukan lewat sistem online, tidak perlu datang langsung ke kantor BPOM.

Langkah pertama adalah mendaftar akun di sistem e-registration BPOM. Setelah akun aktif, pabrik mengisi formulir online dan mengunggah semua dokumen yang diminta. Sistem akan memberi nomor pendaftaran sebagai tanda terima.

Kemudian BPOM akan memeriksa dokumen satu per satu. Kalau ada yang kurang atau salah, mereka akan minta revisi. Proses revisi ini bisa bolak-balik beberapa kali. Setelah semua dokumen dinyatakan lengkap, pabrik harus membayar biaya pendaftaran resmi.

Setelah pembayaran, ada tahap penilaian akhir. Kalau lulus, nomor izin edar akan keluar. Seluruh proses ini biasanya memakan waktu beberapa bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan respons pabrik terhadap permintaan revisi. Memilih pabrik yang sudah punya BPOM adalah salah satu poin penting dalam cara memilih supplier garam yang berkualitas.

Masa Berlaku dan Perpanjangan

Nomor izin edar BPOM tidak berlaku selamanya. Izin MD berlaku selama lima tahun. Setelah itu, pabrik harus memperpanjang kalau ingin tetap menjual produknya.

Proses perpanjangan lebih sederhana daripada pengajuan pertama kali. Tapi tetap ada pemeriksaan. BPOM akan melihat apakah pabrik masih memproduksi sesuai standar yang didaftarkan dulu. Kalau ada perubahan, misalnya ganti komposisi atau ganti lokasi produksi, harus dilaporkan.

Kalau izin tidak diperpanjang, produk garam dianggap ilegal untuk dijual. Toko-toko besar tidak akan mau menerima barang tanpa izin aktif. Makanya pabrik yang bagus biasanya mengurus perpanjangan jauh sebelum masa berlaku habis.

Cara Cek Nomor BPOM Garam

Seseorang memegang bungkus garam dapur sambil mengetik nomor izin edar BPOM di layar laptop yang menampilkan situs cek BPOM, di atas meja kerja sederhana

Sebagai pembeli, Anda juga bisa mengecek apakah nomor BPOM di kemasan garam memang asli. Caranya mudah dan gratis.

Buka situs resmi cek BPOM di alamat cekbpom.pom.go.id. Masukkan nomor izin edar yang tertera di kemasan. Kalau asli, akan muncul data produk, nama pabrik, dan status izinnya. Kalau tidak muncul apa-apa, berarti nomornya palsu atau sudah dicabut.

Cek ini berguna terutama kalau Anda membeli garam dari merk yang belum dikenal. Konsumen yang teliti membantu menjaga kualitas produk di pasaran. Pabrik yang benar-benar mematuhi aturan akan selalu tercatat di sistem BPOM, dan ini menjadi jaminan keamanan bagi semua pembeli.