Garam adalah bahan dapur yang hampir setiap rumah punya. Tapi tidak semua garam yang dijual punya kualitas yang sama. Ada yang bagus, ada yang biasa saja, dan ada juga yang sebenarnya tidak layak dijual.
Sebagai pembeli, Anda sebenarnya bisa mengecek sendiri apakah garam yang dibeli berkualitas atau tidak. Tidak perlu alat lab. Cukup pakai mata, tangan, dan sedikit pengetahuan. Artikel ini akan membahas cara cek kualitas garam langkah demi langkah.
Langkah 1: Periksa Label Kemasan
Label garam adalah tempat pertama yang harus Anda lihat. Banyak informasi penting tertulis di sana.
Yang pertama, cari tulisan “SNI” beserta nomornya. Untuk garam konsumsi beryodium, nomornya adalah SNI 3556:2016. Kalau tidak ada tulisan SNI, atau nomornya tidak jelas, Anda patut curiga. Anda bisa baca lebih lanjut tentang SNI garam konsumsi untuk paham detailnya.
Yang kedua, cari nomor BPOM. Bentuknya biasanya “BPOM RI MD” diikuti dua belas angka. Tanpa nomor ini, garam tidak boleh dijual di toko resmi.
Yang ketiga, periksa hal-hal lain seperti:
- Tulisan “Beryodium” yang jelas
- Nama dan alamat pabrik yang lengkap
- Tanggal kadaluarsa atau tanggal produksi
- Berat bersih isi kemasan
Kalau salah satu dari informasi di atas tidak ada, sebaiknya pilih garam lain.
Langkah 2: Lihat Bentuk dan Warna Garam
Setelah label terlihat aman, sekarang perhatikan isinya. Kemasan plastik bening biasanya memudahkan Anda melihat garam dari luar.
Garam konsumsi yang bagus warnanya putih bersih. Bukan putih kebiruan atau putih keabuan. Kalau warnanya kekuningan atau ada bintik-bintik gelap, itu tandanya garam tercampur kotoran atau tidak diproses dengan baik.
Bentuk butirannya juga harus seragam. Untuk garam halus, butirannya harus kecil dan rata. Tidak boleh ada gumpalan besar di dalam kemasan. Garam yang menggumpal biasanya sudah lama atau penyimpanannya kurang baik.
Pegang kemasannya dan rasakan. Garam yang baik terasa kering. Kalau kemasannya terasa lembab atau ada air di dalamnya, garam itu sudah rusak.
Langkah 3: Cek Kadar NaCl dari Informasi Kemasan
NaCl adalah nama ilmiah untuk garam murni. Standar SNI menetapkan kadar NaCl dalam garam konsumsi minimal 94 persen dari berat kering.
Pabrik yang serius biasanya menulis kadar NaCl di kemasan, terutama di bagian informasi nilai gizi atau spesifikasi produk. Cari angka yang menunjukkan persentase NaCl. Kalau ada tulisan “NaCl min. 94%” atau lebih tinggi, berarti garamnya sudah memenuhi standar.
Beberapa pabrik bahkan menulis kadar NaCl mereka 97 atau 99 persen. Semakin tinggi angkanya, semakin murni garamnya. Kalau di kemasan tidak tertulis angka ini sama sekali, Anda bisa menilai dari tanda SNI saja. Kalau ada SNI, berarti pabrik sudah lewat uji lab dan kadarnya minimal 94 persen.
Langkah 4: Cara Cek Garam Beryodium di Rumah
Salah satu hal paling penting dari garam konsumsi adalah kandungan yodiumnya. Tapi yodium tidak terlihat oleh mata. Bagaimana cara cek garam beryodium tanpa alat lab?
Ada tes sederhana yang bisa dilakukan di dapur sendiri. Ini namanya tes pati.
Caranya:
- Ambil sedikit garam, letakkan di piring kecil
- Parut kentang mentah atau singkong, ambil airnya yang mengandung pati
- Teteskan air pati ke garam
- Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau cuka
Kalau garam berubah warna jadi biru keunguan atau biru tua, berarti garam tersebut benar-benar mengandung yodium. Semakin gelap warnanya, semakin banyak kadar yodiumnya. Kalau tidak berubah warna sama sekali, berarti garam tersebut tidak mengandung yodium yang cukup.
Tes ini bukan tes ilmiah, tapi cukup untuk memberi gambaran. Kalau hasil tesnya negatif padahal di kemasan tertulis “beryodium”, lebih baik ganti merek lain.
Langkah 5: Lakukan Tes Kelarutan dalam Air
Tes ini juga gampang dilakukan di rumah. Tujuannya untuk melihat seberapa murni garam yang Anda beli.
Caranya, ambil satu sendok teh garam dan masukkan ke dalam segelas air bersih. Aduk perlahan sampai garam larut.
Garam yang berkualitas akan larut sepenuhnya dalam air. Airnya tetap bening, tidak berubah warna, dan tidak ada endapan di dasar gelas. Kalau Anda lihat ada butiran kecil yang tidak larut, atau ada endapan abu-abu di dasar gelas, itu artinya garam tercampur pasir, tanah, atau kotoran lain.
Air yang berubah jadi keruh setelah garam larut juga tanda yang tidak baik. Garam murni harus menghasilkan larutan yang bersih dan jernih.
Langkah 6: Verifikasi Nomor BPOM Secara Online
Kalau Anda masih ragu setelah semua tes di atas, ada satu cara terakhir untuk memastikan. Cek nomor BPOM secara online.
Buka situs resmi cek BPOM di alamat cekbpom.pom.go.id. Masukkan nomor izin edar yang tertera di kemasan. Kalau garam tersebut benar-benar terdaftar, akan muncul data lengkap seperti nama produk, nama pabrik, dan status izinnya.
Kalau tidak muncul apa-apa, atau muncul keterangan “tidak ditemukan”, berarti nomor BPOM di kemasan palsu. Garam seperti ini tidak boleh Anda beli. Untuk panduan lebih lanjut tentang aturan resmi, lihat sertifikasi BPOM untuk garam.
Ciri Garam Berkualitas Secara Umum
Setelah semua langkah di atas, mari rangkum ciri-ciri garam yang berkualitas dalam satu daftar singkat:
- Punya label SNI dan nomor BPOM yang jelas
- Warnanya putih bersih, tanpa bintik gelap
- Butirannya seragam dan tidak menggumpal
- Kering saat dipegang
- Larut sempurna dalam air tanpa endapan
- Hasil tes pati menunjukkan warna biru keunguan
- Kadar NaCl minimal 94 persen tertulis di kemasan
- Ada tulisan “beryodium” di bungkusnya
Kalau semua poin ini terpenuhi, Anda bisa yakin garam tersebut layak dimakan setiap hari. Memilih garam memang terdengar sepele, tapi karena hampir setiap masakan pakai garam, kualitasnya berpengaruh besar pada kesehatan keluarga dalam jangka panjang.