Dendeng sudah lama jadi cara orang Indonesia menyimpan daging. Sebelum ada kulkas, daging yang dipotong tipis, dibumbui, lalu dikeringkan bisa tahan berminggu-minggu. Garam adalah kunci utamanya.
Kalau Anda baru pertama kali mau bikin dendeng, jangan khawatir. Cara membuat dendeng sebenarnya sederhana. Yang penting adalah pilih dagingnya, takaran garamnya pas, dan dikeringkan dengan benar. Panduan ini akan menjelaskan langkah demi langkah, dari belanja daging sampai dendeng siap disimpan.
Bahan dan alat yang perlu disiapkan
Sebelum mulai, siapkan dulu semua bahan dan alat. Ini supaya prosesnya lancar.
Bahan utama untuk 1 kg dendeng sapi:
- 1 kg daging sapi bagian has dalam atau gandik
- 30 gram garam kasar (sekitar 2 sendok makan)
- 100 gram gula merah, disisir halus
- 5 siung bawang putih
- 8 siung bawang merah
- 1 sendok makan ketumbar
- 1 sendok teh lada
- 2 sendok makan asam jawa
- 1 sendok teh jinten (kalau suka)
Alat yang dibutuhkan:
- Pisau tajam
- Talenan
- Cobek atau blender untuk bumbu
- Wadah besar untuk merendam
- Tampah atau rak penjemur
- Kain tipis untuk menutup saat dijemur
Garam kasar lebih cocok daripada garam halus untuk dendeng. Butirannya besar, jadi meresapnya pelan. Hasilnya lebih merata. Kalau penasaran soal jenis garam, bisa baca panduan perbedaan garam halus, garam kasar, dan garam krosok.
Pilih daging sapi yang tepat
Pilihan daging menentukan hasil akhir dendeng. Bagian terbaik adalah has dalam, gandik, atau paha belakang. Tiga bagian ini sedikit lemaknya dan seratnya searah. Cocok untuk diiris tipis.
Hindari daging yang banyak urat atau lemaknya. Lemak bikin dendeng cepat tengik. Urat bikin dendeng alot dan susah dikunyah.
Pilih daging yang warnanya merah segar, tidak pucat, dan tidak berbau asam. Pegang dagingnya. Kalau kenyal dan tidak lembek, itu tandanya masih bagus. Bagian permukaannya juga harus kering, tidak berlendir.
Iris daging dengan benar
Cara mengiris daging menentukan tekstur dendeng. Ada dua pilihan: searah serat atau melawan serat.
Searah serat menghasilkan dendeng yang lebih kering dan kenyal. Cocok untuk disimpan lama. Inilah cara tradisional yang dipakai untuk dendeng sapi.
Melawan serat menghasilkan dendeng yang lebih empuk. Tapi teksturnya lebih rapuh. Cocok kalau Anda lebih suka dendeng yang gampang dikunyah.
Iris setipis mungkin, sekitar 3 sampai 5 milimeter. Kalau terlalu tebal, bagian dalamnya susah kering. Bakteri bisa tumbuh di bagian yang lembap.
Tip praktis: masukkan daging ke freezer selama 30 sampai 60 menit sebelum diiris. Daging yang setengah beku lebih gampang diiris tipis dan rapi.
Bikin bumbu dan rendam daging
Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada, dan jinten pakai cobek atau blender. Masukkan ke wadah besar.
Tambahkan garam kasar, gula merah yang sudah disisir, dan asam jawa. Aduk semua sampai rata. Bumbu yang baik teksturnya seperti pasta kental.
Masukkan irisan daging ke wadah berisi bumbu. Aduk pelan-pelan. Pastikan setiap potong daging terlumur bumbu sampai merata. Kalau perlu, pijat-pijat daging supaya bumbu meresap.
Tutup wadahnya. Diamkan minimal 4 jam, lebih bagus semalaman di kulkas. Semakin lama direndam, semakin dalam rasanya.
Keringkan dendeng
Ada tiga cara mengeringkan dendeng. Pilih yang paling cocok dengan situasi Anda.
Jemur di bawah matahari
Cara tradisional dan paling murah. Tata irisan daging di atas tampah atau rak. Beri jarak antar potongan. Jangan ditumpuk.
Jemur di bawah matahari langsung dari pagi sampai sore. Tutup pakai kain tipis untuk lindungi dari lalat. Bolak-balik tiap 2 jam supaya kering merata.
Biasanya butuh 2 sampai 3 hari penjemuran. Tergantung cuaca dan ketebalan irisan. Dendeng siap kalau permukaannya sudah keras dan kering, tapi bagian dalamnya masih sedikit lentur.
Cara ini punya kelemahan. Kalau musim hujan atau cuaca mendung, prosesnya lama. Daging bisa busuk sebelum kering.
Pakai oven
Lebih cepat dan tidak tergantung cuaca. Panaskan oven ke suhu paling rendah, sekitar 60 sampai 70 derajat Celcius.
Tata daging di rak oven yang sudah dilapisi kertas roti. Beri jarak antar potongan. Buka sedikit pintu oven supaya uap air bisa keluar.
Panggang selama 4 sampai 6 jam. Bolak-balik setiap 1 jam. Cek kekeringan dengan cara menekan dengan jari.
Pakai food dehydrator
Kalau punya alat ini, hasilnya paling konsisten. Setel suhu di 60 derajat Celcius. Keringkan 6 sampai 8 jam.
Cara menyimpan dendeng
Setelah kering, biarkan dendeng dingin dulu di suhu ruangan. Jangan langsung disimpan saat masih hangat. Uap bisa terjebak dan bikin lembap.
Simpan dalam toples kaca yang bersih dan kering. Tutup rapat. Letakkan di tempat sejuk, tidak kena matahari langsung.
Dendeng kering bisa tahan 2 sampai 3 minggu di suhu ruangan. Kalau disimpan di kulkas, bisa sampai 2 bulan. Di freezer bisa 6 bulan atau lebih.
Garam yang cukup adalah kunci awet. Kalau garamnya kurang, dendeng cepat berjamur. Kalau penasaran lebih dalam soal cara kerja garam sebagai pengawet, baca panduan pengawetan makanan dengan garam.
Cara menggoreng dendeng yang pas
Dendeng kering tidak langsung dimakan. Harus digoreng dulu. Cara menggorengnya ada triknya supaya hasilnya kering kriuk dan tidak gosong.
Panaskan minyak banyak dalam wajan. Pakai api sedang. Minyak harus benar-benar panas sebelum dendeng dimasukkan.
Goreng dendeng sebentar saja, sekitar 30 detik sampai 1 menit per sisi. Kalau terlalu lama, gula merahnya gosong dan rasanya pahit.
Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan nasi hangat dan sambal. Untuk variasi, dendeng bisa juga dibalado atau dibumbui sambal kering.
Resep dendeng yang sering gagal
Dendeng pemula sering gagal karena beberapa hal. Hindari kesalahan ini:
- Daging diiris terlalu tebal. Bagian dalam tidak kering. Bakteri tumbuh dan dendeng cepat busuk.
- Garam terlalu sedikit. Dendeng tidak awet. Cepat berjamur.
- Dijemur saat cuaca tidak menentu. Daging kena hujan atau lembap di malam hari. Bisa busuk.
- Disimpan saat masih hangat. Uap air terjebak di toples. Dendeng jadi lembek dan berjamur.
- Pakai daging berlemak. Dendeng cepat tengik. Rasa dan baunya berubah dalam beberapa hari.
Kalau Anda mengikuti panduan ini dengan teliti, dendeng buatan rumah bisa jadi pilihan stok protein yang awet dan enak. Hasilnya juga lebih hemat daripada beli yang sudah jadi.