Di banyak daerah di Indonesia, tanah dan air tidak mengandung cukup yodium. Terutama di daerah pegunungan. Padahal tubuh kita sangat butuh yodium untuk hidup sehat.

Kekurangan yodium bukan masalah kecil. Ini bisa membuat anak-anak tumbuh lambat, otak tidak berkembang sempurna, dan orang dewasa jatuh sakit. Artikel ini menjelaskan apa itu defisiensi yodium, kenapa banyak terjadi di Indonesia, dan cara paling mudah mencegahnya.

Apa Itu Defisiensi Yodium?

Kelenjar tiroid yang membengkak terlihat sebagai benjolan besar di bagian depan leher seseorang, kondisi yang disebut gondok

Defisiensi yodium artinya tubuh tidak mendapat cukup yodium. Yodium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh. Tapi tubuh tidak bisa membuat yodium sendiri. Kita harus mendapatnya dari makanan.

Yodium dipakai oleh kelenjar tiroid. Kelenjar ini ada di depan leher. Ukurannya kecil, tapi tugasnya sangat penting. Kelenjar tiroid membuat hormon yang mengatur banyak hal: bagaimana tubuh tumbuh, bagaimana otak bekerja, dan bagaimana tubuh menggunakan energi.

Kalau yodium kurang, kelenjar tiroid tidak bisa bekerja dengan baik. Inilah awal dari banyak masalah kesehatan.

Kenapa Indonesia Rawan Kekurangan Yodium?

Indonesia punya banyak daerah pegunungan. Di daerah tinggi, tanah sudah kehilangan yodium karena terkikis oleh hujan dan erosi selama bertahun-tahun. Tanaman yang tumbuh di tanah ini juga miskin yodium. Hewan yang makan tanaman itu juga kekurangan yodium.

Jadi orang yang tinggal di pegunungan dan hanya makan makanan lokal, sangat mungkin kekurangan yodium.

Daerah pesisir biasanya lebih aman. Ikan laut, udang, dan rumput laut mengandung yodium alami. Tapi tidak semua orang Indonesia tinggal di dekat laut. Dan tidak semua orang rutin makan makanan laut.

Data menunjukkan bahwa sekitar 42 juta penduduk Indonesia pernah tinggal di daerah endemik kekurangan yodium. Pada awal 1980-an, lebih dari 37% orang Indonesia mengalami gondok. Angka ini sudah turun banyak, tapi masalahnya belum hilang sepenuhnya.

Survei Riskesdas 2013 menunjukkan sekitar 8% rumah tangga masih menggunakan garam tanpa yodium. Di daerah pedesaan, angkanya lebih tinggi: 16% garam yang dipakai tidak mengandung yodium.

Dampak Kekurangan Yodium pada Anak-Anak

Otak Tidak Berkembang Sempurna

Dampak paling serius dari kekurangan yodium terjadi pada anak-anak. Otak anak masih berkembang. Tanpa yodium yang cukup, perkembangan otak terganggu.

Anak yang kekurangan yodium bisa kehilangan 5 sampai 10 poin IQ. Mereka lebih sulit belajar di sekolah. Lebih sulit memahami pelajaran. Lebih lambat dalam membaca dan menghitung.

Dalam kasus yang sangat parah, kekurangan yodium bisa menyebabkan kretinisme. Ini kondisi di mana anak mengalami gangguan mental berat, pertumbuhan fisik yang sangat terhambat, dan kadang tidak bisa bicara atau mendengar.

Pertumbuhan Fisik Terhambat

Hormon tiroid mengatur pertumbuhan badan. Anak yang kekurangan yodium bisa tumbuh lebih pendek dari seharusnya. Ini salah satu penyebab stunting di beberapa daerah di Indonesia.

Stunting bukan cuma soal tinggi badan. Anak yang stunting juga lebih mudah sakit. Daya tahan tubuhnya lebih lemah.

Dampak pada Ibu Hamil dan Bayi

Ibu hamil Indonesia sedang berkonsultasi dengan bidan di puskesmas, bidan menjelaskan pentingnya nutrisi selama kehamilan

Ibu hamil yang kekurangan yodium menghadapi risiko serius. Janin dalam kandungan sangat butuh yodium untuk tumbuh, terutama untuk perkembangan otak.

Kekurangan yodium saat hamil bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Dalam kasus berat, bayi bisa lahir dengan kerusakan otak permanen.

Ibu hamil butuh lebih banyak yodium dari orang biasa. Kebutuhannya naik menjadi 220 mikrogram per hari. Ibu menyusui butuh 250 mikrogram per hari. Bandingkan dengan orang dewasa biasa yang butuh 150 mikrogram per hari.

Makanya garam beryodium sangat penting untuk kesehatan keluarga, terutama keluarga yang punya anak kecil dan ibu hamil.

Gondok: Tanda Paling Terlihat

Gondok adalah penyakit yang paling mudah dikenali akibat kekurangan yodium. Kelenjar tiroid membengkak dan terlihat sebagai benjolan di leher.

Dulu, gondok sangat umum di Indonesia. Setelah pemerintah mewajibkan garam beryodium pada tahun 1994, angka gondok turun drastis. Penurunannya lebih dari 80%.

Tapi gondok bukan satu-satunya masalah. Banyak orang kekurangan yodium tanpa terlihat gondok. Mereka tetap mengalami dampaknya: mudah lelah, sulit berpikir jernih, berat badan naik tanpa sebab, kulit kering, dan selalu merasa kedinginan. Ini tanda-tanda hipotiroidisme, yaitu kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Kenapa Garam Beryodium Jadi Solusi Utama

Pemerintah Indonesia memilih garam sebagai cara untuk memberikan yodium ke seluruh rakyat. Alasannya sederhana: hampir semua orang pakai garam setiap hari.

Garam beryodium murah. Harganya hampir sama dengan garam biasa. Rasanya juga sama. Tidak ada alasan untuk tidak memakainya.

Setiap gram garam beryodium mengandung sekitar 30-80 mikrogram yodium. Kalau Anda pakai garam beryodium untuk masak sehari-hari, kebutuhan dasar yodium keluarga sudah bisa terpenuhi.

Sejak tahun 1994, semua garam konsumsi di Indonesia wajib mengandung yodium minimal 30 mg per kilogram. Ini diatur lewat Keputusan Presiden dan standar SNI.

Tapi ada satu hal yang perlu diingat: yodium dalam garam bisa berkurang kalau dimasak terlalu lama. Sekitar 20-60% yodium hilang saat memasak. Jadi lebih baik tambahkan garam menjelang akhir memasak kalau memungkinkan.

Cara Melindungi Keluarga dari Kekurangan Yodium

Selalu Pakai Garam Beryodium

Pastikan garam di dapur Anda adalah garam beryodium. Cek kemasannya. Cari tulisan “beryodium” dan logo SNI. Jangan pakai garam curah yang tidak jelas asal-usulnya.

Simpan Garam dengan Benar

Yodium bisa menguap kalau garam terkena panas atau sinar matahari. Simpan garam di wadah tertutup rapat. Jauhkan dari kompor dan jendela yang terkena sinar matahari langsung.

Makan Makanan yang Mengandung Yodium

Selain garam, yodium juga ada di makanan laut: ikan, udang, kerang, dan rumput laut. Telur dan susu juga mengandung yodium. Variasikan makanan keluarga Anda.

Perhatikan Asupan Garam Harian

Meskipun garam beryodium penting, jangan kebanyakan makan garam. WHO menganjurkan maksimal 5 gram garam per hari untuk orang dewasa. Ini penting untuk menjaga tekanan darah tetap sehat. Baca lebih lanjut tentang batas konsumsi garam harian yang aman.

Kekurangan yodium adalah masalah yang bisa dicegah. Caranya sangat mudah: pakai garam beryodium setiap hari, simpan dengan benar, dan variasikan makanan keluarga. Langkah kecil ini melindungi otak anak-anak, kesehatan ibu hamil, dan seluruh keluarga dari dampak kekurangan yodium.